
Pelatihan Otomasi dan Literasi Madrasah di Tuban oleh UINSA Surabaya
Tuban, Jawa Timur – Perpustakaan Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya terus memperkuat komitmennya dalam mendukung pengembangan literasi dan modernisasi perpustakaan madrasah. Pada Sabtu dan Minggu, 6–7 September 2025, UINSA hadir di Beji, Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban untuk menyelenggarakan Pelatihan Otomasi Perpustakaan dan Literasi Madrasah.
Kegiatan ini mendapatkan sambutan positif dari peserta yang terdiri atas guru, pustakawan, dan perwakilan madrasah dari berbagai kecamatan di Tuban. Puluhan peserta hadir dengan penuh semangat, membawa harapan agar ilmu yang diperoleh dapat diterapkan di madrasah masing-masing.
Dalam pelatihan ini, peserta diperkenalkan dengan konsep pengelolaan perpustakaan berbasis teknologi melalui sistem otomasi. Sistem ini diyakini mampu mempercepat pelayanan, membuat pencarian koleksi lebih mudah, serta menata administrasi perpustakaan dengan lebih rapi.
Selain itu, materi lain yang diberikan adalah strategi penguatan budaya literasi di lingkungan madrasah. Para guru dan pustakawan dibekali dengan metode kreatif untuk meningkatkan minat baca siswa, mulai dari penyusunan program literasi hingga kegiatan inovatif yang bisa dilaksanakan di sekolah. Peserta tidak hanya menerima teori, tetapi juga melakukan praktik langsung menggunakan perangkat otomasi, sehingga mereka bisa lebih siap ketika mengimplementasikannya.
Kepala Perpustakaan UINSA, Prof. Dr. Hj. Evi Fatimatur Rusydiyah, M.Ag., menegaskan bahwa program ini merupakan bentuk kontribusi nyata perguruan tinggi dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan madrasah. Menurutnya, perpustakaan yang tertata dengan baik akan berdampak besar terhadap budaya belajar siswa.
“Perpustakaan madrasah harus tersistem dan modern. Dengan otomasi, siswa akan lebih cepat menemukan bahan bacaan yang mereka butuhkan. Sementara itu, literasi adalah pintu untuk membangun budaya membaca. Dua hal ini berjalan seiring untuk melahirkan generasi yang cerdas, gemar membaca, dan mampu menghadapi tantangan zaman,” jelas Prof. Evi.
Kegiatan ini juga mendapatkan dukungan penuh dari pemerintah daerah. Kepala Kementerian Agama Kabupaten Tuban, Ibu Umi Kulsum, M.Pd.I., hadir dalam acara tersebut dan menyampaikan apresiasinya terhadap langkah UINSA. Menurutnya, perpustakaan memiliki peran vital sebagai pusat ilmu pengetahuan di madrasah.
“Kolaborasi ini sangat strategis. Dengan adanya pendampingan seperti yang dilakukan UINSA, madrasah di Tuban akan semakin maju. Perpustakaan adalah jantung madrasah. Dengan literasi yang kuat, kita akan mampu melahirkan generasi hebat, berkarakter, dan bermartabat menuju Madrasah Maju, Bermutu, dan Mendunia,” tegasnya.
Sebagai tindak lanjut, kegiatan pelatihan ini tidak hanya berhenti di satu pertemuan. UINSA bersama para peserta sepakat untuk terus mengembangkan gerakan literasi. Bahkan, UINSA berencana mengadakan pendampingan lanjutan pada Sabtu-Minggu, 13–14 September 2025, sehingga manfaat kegiatan ini bisa lebih berkelanjutan dan mendalam.
Salah satu madrasah yang menjadi penerima manfaat adalah MTs Hidayatul Islamiyah Sumberagung. Diharapkan, keberadaan fasilitas perpustakaan digital di madrasah ini dapat dimanfaatkan secara maksimal, baik oleh guru maupun siswa, dalam mendukung proses belajar mengajar.
Perpustakaan digital tidak hanya berfungsi sebagai tempat menyimpan buku, tetapi juga menjadi pusat rujukan yang dapat mendorong siswa untuk lebih giat membaca. Bagi para guru, koleksi digital ini bisa dijadikan bahan referensi untuk menciptakan pembelajaran yang lebih kreatif, inovatif, dan sesuai dengan kebutuhan zaman.
Melalui kegiatan ini, terlihat bahwa sinergi antara perguruan tinggi, madrasah, dan pemerintah daerah sangat penting untuk meningkatkan mutu pendidikan. UINSA Surabaya, melalui pelatihan otomasi dan literasi, berupaya menjadikan perpustakaan sebagai motor penggerak literasi di madrasah. Harapannya, madrasah-madrasah di Tuban, termasuk MTs Hidayatul Islamiyah Sumberagung, mampu melahirkan generasi yang unggul, cerdas, dan berdaya saing global.